Saturday, August 22, 2009

...berikutnya...aku



Dahulunya kalau aku nangis, itu gara kau,
dan kalau aku itu menang, dikata ibu pilih kasih...
ya...itulah saudara...kau pertama, aku berikutnya...

Walau itu bedanya kita, aku dan engkau selalu jalan sendiri,
dan begitu sama jalannya dia dibawahku.
Pertepi yang lain hanya beri uji pada yang dianggap asing ini.
Masing dengan hati terduga oleh sekitar celaru fikir.

Saat kita saling kenal dunia,
kau dengan jalan keterpaksaan, dan bagiku jalan kerelaan,
dengan punya cara didik luarbiasa...
perit itu kebalkan tubuh kecil mu jadi perkasa,
yang dulu kau lupakan, masa lalu disimpan jadi tunjuk.
dan aku tetap aku...tinggal tanpa tukar baru...

Sedih...dulu kau dibelakang tak ditoleh pandang,
tapi sekarang....wajarnya kau dijulang jadi bangga,
bantinganmu berkeringat cabar,
sungguh kau contoh manusia kebal waja,
mampumu seiring bijak pintar,
dan aku belum lagi punya apa-apa...


Dalam jauh ingatan hati, kembalimu ditunggu nanti,
biar sekarang kau pamer jadi bukti,
pada empunya diri melayu jati...juga pada mata yang dulunya pemerhati mati...




3 comments:

  1. kebanggaan saudara itu tanda kasih


    : you will be somebody, you will be

    ReplyDelete
  2. Trma ksih....
    kalau 'angah' ada blog boleh dikongsi isinya.
    insyaAllah

    ReplyDelete