Sunday, August 30, 2009

Kembali Ramadhan Memanis Lagi


Pada bulan kesembilan dinanti telah tiba
bulan mulia menyinar kosong ~lembaran suci membaru lagi
gemaan takbir mengisi syahdu malam itu
alam ~damai tersenyum, penggoda telah dibelenggu kurung
saatnya bagi segala yang baik dan bersih,
tanpa cemar hati hanya membenar amal suci.

Tika sunyi bersendiri menundukkan hatinya
amalan insan tanpa tidur jadi teman
menyemai niat, membaja ikhlas.....
dibetul jiwanya ~luruskan nawaitu
bersiramkan keringat rukuk dan sujud.....
~untuk menuai rahmat dan redha paling agung.

Jauh dihati kecil yang dalam itu
dipanjatkan syukur usia dimanfaati
kumat kamit dzikir di bibir lisani
lalu iman yang memanis ditadah luas munculnya
dari luhur hati terbit asalnya
seraya indah dijamah oleh jiwa tawaduk
begitu tangis diiring mengubat gersang si perindu
~fadhilat ramadhan setahun ditunggu-tunggu.

Heningan subuh menjelang dekat
detik bersiap sebelum lambat
diisi perut pengalas upaya, diisi hati penguat taqwanya
hari siang menegah nafsu, hari malam zuhud tak lesu-lesu
dipelihara diri ~ syahadah diperbaharu
mahu insaf menghadap sang pencipta itu
meng'impi malam seribu bulan
berserbankan ilmu, jubahnya sunnah,
tiangnya bersangga rukun yg enam
agar jalan miliki taufik, dengan manisnya amal ramadhan.


2 comments:

  1. salam
    sangat tertib bahasa digunakan..
    manis bahasa melembutkan hati
    menenangkan jiwa....
    mendamaikan setiap hati yang membacanya..(^_^)

    selamat berpuasa....

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah..sajak dakwah yang sangat bermakna...moga teruskan usaha untuk menghasilkan karya2 ilmiah yang dpt membuka minda dan menjentik hati yang alpa..sajak yang ikhlas dari hati...semakin ku mengenali sahabatku ini...i'm proud of you...(^_^)

    ReplyDelete